Announcement: Allah Tersenyum Kepada Tiga Jenis Manusia

gambar untuk KAJIAN & SEJARAH

Di dalam Hadith Nabi saw yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Rasulullah saw bersabda:
“Ketika orang-orang bertempur pada perang Badar, Auf bin Afra’ibnul-Harits berkata, ‘…Wahai Rasulullah, apa yang menyebabkan Allah Yang Mahasuci dan Mahatinggi tertawa terhadap hamba-Nya…?’
Rasulullah bersabda, ‘…Allah melihatnya telah membenamkan tangannya dalam pertempuran, dimana dia bertempur tanpa baju perang.’
Maka, Auf bin Afra’menanggalkan baju zirah perangnya, kemudian merangsek maju sampai dia terbunuh (syahid)…”
Abu Sa’id al-Khudri meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda,“…Tiga jenis manusia yang Allah tertawa kepada mereka: seorang lelaki yang bangun shalat di malam hari, kaum yang bershaff-shaff untuk shalat (jamaah) dan kaum yang berbaris untuk berperang (di jalan Allah)….” (HR Ahmad)
Nabi saw juga bersabda dalam hadith lain:
“Tiga (jenis manusia) yang dicintai Allah. Dia tertawa terhadap mereka dan menyampaikan kabar gembira kepada mereka, yaitu orang yang ketika pasukannya tercerai-berai (terdesak) dia terus bertempur sendirian karena Allah, baik dia terbunuh atau dia diberikan pertolongan dan dicukupkan oleh Allah. Maka Firman Allah, ‘…Lihatlah kepada hamba-Ku ini, bagaimana dia sabar untuk-Ku dengan (mengorbankan) dirinya?’
Kemudian orang yang memiliki istri yang baik (dan cantik) dan kasur empuk yang indah, lalu dia bangun shalat di malam hari, maka firman Allah, ‘….Orang itu melupakan syahwatnya dan mengingat Aku, jika mau dia bisa tidur pulas….’
Dan, orang yang ketika dalam suatu perjalanan jauh bersama kafilah, mereka terjaga di malam hari, lalu mereka tertidur (istirahat), dan kemudian orang itu bangun (untuk shalat) di akhir malam dalam keadaan susah maupun mudah….” (HR ath-Thabrani)
Ada seseorang bertanya kepada Rasulullah saw, siapakah syuhada yang paling mulia? Beliau menjawab:
“Yaitu orang-orang yang apabila berhadapan dengan musuh dalam barisan, mereka tidak melarikan diri hingga mereka terbunuh. Mereka itulah orang-orang yang berlalu-lalang di ruangan yang tinggi di surga. Rabb mereka tersenyum kepada mereka. Jika Rabbmu tersenyum kepada seorang hamba di dunia, maka tiada hisab atas dirinya.”
Hadits di atas di takhrij Imam Ahmad dalam kitabnya Al Musnad, 5/287, dari hadits Nu’aim bin Hammar secara marfu’, Al-Haitsamy juga menyebutkan dalam Majma’ As Zawaid, Kitab Al-Jihad, Bab Ma Ja’a fis Syhadah wa Fadhliha, 5/292, dari hadits Nu’aim bin Hammar, secara marfu’, kemudian dia menisbatkan kepada Imam Ahmad.
Tentu saja, senyuman ini terjadi menurut hakikatnya, namun tidak sama dengan senyuman makhluk. Pengetahuan tentang hal ini kita serahkan kepada Allah semata, karena Dialah yang mengetahuinya. Jika kita tahu bahwa Allah pun tersenyum dengan tiga jenis manusia di atas, maka ada baiknya jika kita beramal seperti maksud hadith agar Allah pun turut tersenyum kepada kita.
Ulama Salafus Sholeh berpendapat tentang ayat-ayat dan hadits-hadits yang membicarakan sifat senyuman Allah SWT. Mereka berkata, “Kami percaya kepada ayat-ayat dan hadits-hadits ini seperti apa yang disebutkan. Sementara maksud tentang hal itu, kami serahkan kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala.”
(Ghozali/Mediaikhwan.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *