Awas! Bom Volgograd Menginspirasi Teroris Lokal

25

Dalam dua serangan bom di Volgograd, Rusia, hari Minggu dan Senin lalu (28-29/12), seluruhnya 34 orang tewas dan 72 luka-luka. Dua serangan itu terjadi dalam waktu 24 jam. 16 orang tewas ketika pelaku bunuh diri meledakkan bom di stasiun kereta api hari Minggu. Sehari setelah itu, sebuah bom meledak di dalam bus umum dan menewaskan 18 orang. Semua yang tewas adalah masyarakat umum yang tidak terlibat dengan konflik dengan pejuang Islam Chechnya, sebuah wilayah di bekas Uni Soviet yang menuntut kemerdekaan dari Rusia.
Sudah dapat ditebak bahwa pelakunya adalah kelompok pejuang Islam Kaukasus Utara di bawah pimpinan Doku Umarov. Sebuah tindakan “isytisyhadiah” (bom bunuh diri dan perang gerilya) yang menyasar orang-orang awam yang tidak berdosa dan tidak terlibat di dalam konflik ideology. Apa bedanya peristiwa itu dengan bom Bali 1 dan 2 dimana banyak orang-orang Islam dan masyarakat umum yang menjadi korban.
Tetapi peristiwa di penghujung tahun itu diperkirakan akan menginspirasi tindakan teroris di tanah air, karena logika orang-orang yang sudah kehilangan akal memang akan kerap mencari pola dan sasaran teror baru yang terinspirasi dari peristiwa-peristiwa global. Apalagi tahun ini bisa dikatakan tahun “full konflik” dimana terjadinya akumulasi konflik termasuk gesekan dari tokoh-tokoh politik, partai, mafia demokrasi dan teroris yang menemukan jalan untuk menangguk di air yang keruh.
Maka tak ayal lagi, peristiwa bom Volgograd akan memberi amunisi baru bagi para aktivis teroris untuk menjalankan aksinya di tanah air. Ditambah lagi makin meriahnya media-media online membakar semangat “calon-calon pengantin” untuk berjibaku di tahun penuh konflik ini. Perlu kewaspadaan tingkat tinggi bagi semua pihak, termasuk aparat keamanan dan masyarakat, untuk mempersempit semua gerak dan ruang para teroris.
(Ghozali/Mediaikhwan.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *