BOM BUNUH “HARAM” DALAM ISLAM

Fatwa Mufti Kerajaan Saudi, Syaikh Abdul  Aziz Al-Syaikh

Sehubungan makin maraknya aksi-aksi bom bunuh diri yang dilakukan pemuda-pemuda Islam, Mufti Kerajaan Saudi yang juga Pengurus Dewan Ulama Saudi (Hai’ah Kibaril Ulama) atau Komisi Fatwa Kerajaan Saudi (Lajnah Daimah), Syaikh Abdul  Aziz Al-Syaikh, mengeluarkan fatwa yang menyebut pelaku “bom bunuh diri” sebagai pelaku kejahatan berat, dosa besar. Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh termasuk di antara ulama yang dekat dengan kalangan gerakan Islam.

“Membunuh diri sendiri adalah kejahatan berat dan dosa besar. Mereka yang melakukan bunuh diri dengan cara meledakkan diri menggunakan bahan peledak (bom) adalah penjahat yang mempercepat perjalanan mereka ke neraka. Hati mereka telah menyimpang jauh dari jalan yang benar, pikiran mereka telah diserang oleh kejahatan,” kata Syaikh Al-Syaikh sebagaimana dilansir Arab News, edisi 19 Desember 2013.

Istilah aksi bom bunuh diri ini bermacam-macam. Ada yang menyebut “bom bunuh diri”, “bom martir”, “bom isytisyhad”,  “bom manusia”, dan sebagainya.

 “Bom manusia” (human bomb) pertama kali dikenalkan dalam lingkup perjuangan Islam, oleh aktivis gerakan Hamas di Palestina. Mereka menyerang sasaran sipil Israel,  misalnya di bis atau di kerumunan massa, dengan aksi “bom manusia”. Israel  terus-terang merasa sangat takut dengan aksi ini, karena sifatnya tidak terduga dan mematikan.

Tidak aneh jika setelah itu Israel berusaha mempercepat proses pengakuan otoritas Palestina dengan wilayah Tepi Barat dan Jalur Ghaza. Aksi bom ini meskipun jumlah korban yang berjatuhan dari kalangan Yahudi Israel tidak banyak, tapi telah menimbulkan “efek  ketakutan” luar biasa di publik Israel.

Dalam praktiknya, aksi “bom manusia”  kadang dilakukan dengan memakai rompi yang berisi bom,  lalu meledakkannya ketika berada di tengah musuh; atau membawa bom dalam tas, kemudian diledakkan dari jarak dekat; atau membawa mobil dengan diberi muatan banyak bahan peledak, lalu mobil ditabrakkan ke sasaran musuh sehingga terjadi ledakan besar. Kadang peledakan dilakukan dari jauh menggunakan remote control. Aksi-aksi demikian berisiko  terjadinya kematian bagi pembawa  bom.

Secara umum, perbuatan bunuh diri, dilarang dalam Islam. Demikianlah pendapat Syaikh Al Qaradhawi, Syaikh Salman Audah, juga Syaikh Sulaiman Al Ulwan.

Dalilnya adalah: “Wa laa taqtuluu anfusakum, innallaha kaana  bikum rahiman” (janganlah kalian membunuh diri kalian sendiri, karena sesungguhnya Allah sangat penyayang kepada kalian” (QS. An Nisaa’: 29).

Inilah dalil umum larangan melakukan tindakan bunuh diri. Dalil ini masih diperkuat dengan riwayat-riwayat seputar larangan dari Nabi Saw terhadap perbuatan bunuh diri yang cukup banyak tersebar di dalam sahih Bukhari dan Muslim.

(Ghozali/Mediaikhwan.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *