Marhaban Ya Ramadhan, Selamat Datang Bulan Jihad

“Marhaban ya Ramadhan”, begitulah masyarakat muslim menyambut Ramadhan dengan penuh gembira. Selain disebut sebagai syahrul ‘ibadah (bulan ibadah) dan syahrul maghfirah (bulan ampunan), Ramadhan juga disebut syahrul jihad (bulan jihad).

Inilah bulan jihad yang sebenarnya. Pada bulan Ramadhan kita dituntut untuk dapat mengendalikan hawa nafsu kita, seperti nafsu makan, minum, berhubungan badan, amarah, buruk sangka, fitnah, adu domba, anarkis dan perbuatan maksiat lain. Ini merupakan pendidikan bagi kita karena tidak mudah untuk mengendalikan hawa nafsu.

Ada juga yang menjuluki bulan Ramadhan ini sebagai bulan persaudaraan (syahrul ukhuwah). Inilah bulan dimana kita harus menjalin kembali persaudara dan ukhuwah yang telah dirobek-robek oleh tindakan anarkis sesama umat Islam. Inilah bulan dimana kita merajut kembali hati yang terluka, menyejukkan amarah yang tak terkontrol, meredamkan sikap radikal berapi-api yang merusak persaudaraan dan mencoreng moreng nama dan kewibawaan Islam.

Berdasarkan pengalaman sejarah masa lalu, kehancuran dan keruntuhan kekuatan umat Islam disebabkan lemahnya ukhuwah Islamiyah. Oleh karena itu, Hasan Al-Banna sebagai pendiri gerakan Ikhwanul Muslimin menjadikan ukhuwah Islamiyah ini sebagai salah satu sendi terpenting dalam dakwahnya. Konsep ukhuwah Islamiyah ini meliputi:

  • Persaudaraan yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.
  • Persaudaraan dalam segala aspek kehidupan baik material maupun spiritual berdasarkan persatuan menurut tauhid.
  • Tidak mengenal perbedaan fisik, kelas sosial, politik, rasial dan keadaan ekonomi.

Marhaban Ya Ramadhan, Selamat Datang Bulan Jihad!

(Ghozali/Mediaikhwan)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *