Menuntut Ilmu Adalah Jihad Akbar!

Rasulullah s.a.w bersabda: “Siapa yang keluar untuk menuntut ilmu maka ia berjuang fisabilillah hingga ia

kembali”. (HR. Muslim)

Arti dari hadits ini adalah:

i) Menuntut ilmu merupakan suatu jihad yang dituntut oleh Islam atas setiap penganutnya. Ia menjadikan

seseorang itu menduduki martabat yang tinggi dibanding dengan orang yang tidak berilmu.

ii) Sebab itu sebagai umat Islam kita hendaklah berusaha untuk menambah ilmu masing-masing termasuklah ilmu

yang berkaitan dengan dunia dan agama. Malah salah satu daripada petanda ilmu yang berkat itu adalah apabila

seseorang itu dengan bertambah ilmunya semakin mulia akhlaknya dan semakin bertakwa ia kepada Allah swt.

Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,”Barang siapa yang memasuki masjid kami ini (masjid

Nabawi) dengan tujuan mempelajari kebaikan atau mengajarkannya, maka ia laksana orang yang berjihad di jalan

Allah Ta’ala. Dan barang siapa yang memasukinya dengan tujuan selain itu, maka ia laksana orang yang sedang

melihat sesuatu yang bukan miliknya” (Hadits Hasan diriwayatkan oleh ibnu Hibban)

Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullaah mengatakan, “Jihad melawan hawa nafsu memiliki empat tingkatan:

Pertama: berjihad untuk mempelajari petunjuk (ilmu yang bermanfaat) dan agama yang benar (amal salih).

Seseorang tidak akan mencapai kesuksesan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat kecuali melaluinya.

Kedua: berjihad untuk mengamalkan ilmu setelah mengetahuinya.

Ketiga: berjihad untuk mendakwahkan ilmu dan mengajarkannya kepada orang yang belum mengetahuinya.

Keempat: berjihad untuk sabar dalam berdakwah kepada Allah Ta’ala dan sabar terhadap gangguan manusia. Dia

menanggung kesulitan-kesulitan dakwah itu semata-mata karena Allah.

Apabila keempat tingkatan ini telah terpenuhi pada dirinya, maka ia termasuk orang-orang yang Rabbani

(Zaadul Ma’aad fi Hadyi Khairil ‘Ibaad, III/10)

Abu Darda radhiyallaahu ‘anhu mengatakan, “Barangsiapa berpendapat bahwa pergi mencari ilmu tidak termasuk

jihad, sungguh, ia kurang akalnya.” (Al-’Ilmu Fadhluhu wa Syarafuhu)

Berjihad dengan hujjah (dalil) dan keterangan didahulukan atas jihad dengan pedang dan tombak. Allah berfirman

kepada Rasul-Nya agar berjihad dengan Al-Quran melawan orang-orang kafir:

“Maka Janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al-Quran dengan

jihad yang besar.” (QS: Al-Furqan: 52)

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam diperintahkan berjihad melawan orang-orang kafir dan munafik dengan cara

menyampaikan hujjah (dalil/ilmu dan keterangan).

Imam Ibnul Qayim berkata, “Jihad dengan hujjah (dalil) dan keterangan didahulukan atas jihad dengan pedang dan

tombak.” ( Syarah Qashidah Nuuniyyah)

(Ghazali/Mediaikhwan.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *