Nasihat Untuk Napi Ustadz Aman Abdurahman

13
Kami ingin mengingatkan kepada orang-orang yang suka mengekor kepada Ust. Aman Abdurrahman secara membabi buta. Ingatlah wahai orang-orang yang berakal, bahwasanya Al-Ustadz Aman Abdurrahman tidak ma’shum. Beliau bisa saja keliru, apalagi tingkatan beliau belumlah sampai kepada tingkatan mujtahid. Jika seorang mujtahid saja bisa keliru, apalah lagi dengan beliau.
Kami ingatkan kalian dengan apa yang terjadi dimasa lalu, ketika Al-Ustadz Aman Abdurrahman masih menganut faham Ghuluw Fit Takfir yang mentakfir (mengkafirkan) setiap orang yang tidak izharuddin (berjuang untuk agama) hanya karena mengambil suatu perkataan dari Syaikh Hamd bin ‘Athiq, bukankah kalian saat itu sangat meyakini bahwa itu adalah sebuah kebenaran yang pasti, sampai-sampai kalian sangat berbangga hati jika kalian dan istri-istri kalian bisa mengutil barang dagangan di pasar atau mencuri buku di bazaar dengan keyakinan telah beramaliyah terhadap orang-orang kafir yang kalian yakini itu??? Lalu bukankah kalian semua bertaubat setelah Al-Ustadz Aman bertaubat dan merujuk kembali pemahamannya???
Maka demikian pula dengan sekarang. Janganlah kalian terlalu taqlid buta kepada beliau sehingga kalian memusuhi orang-orang yang tidak sependapat dengan beliau. Karena bisa jadi suatu waktu beliau rujuk dari pemahaman beliau yang sekarang, ketika itu kalian kembali akan menjilat ludah kalian sendiri untuk berkali-kali.
Dan untuk Al-Ustadz Aman Abdurrahman sendiri tidak lupa pula kami menasehati : Janganlah antum merasa bahwa diri antumlah pemilik kebenaran itu dan hanya antum sendiri yang bisa memahami perkara Tauhid ini. Sehingga dengannya antum tidak segan-segan memberikan stempel kepada orang-orang yang berlainan pendapat dengan antum sebagai orang-orang yang ingin mencari selamat dan pembela thaghut (anshor toghut) yang lemah bashirahnya.
Ketahuilah wahai ustadz, bahwasanya orang-orang yang berbeda pendapat dengan antum tersebut ada yang juga masih mendekam di penjara dan merasakan dinginnya jeruji hingga ke tulang sumsum sebagaimana yang antum rasakan. Diantara mereka juga ada yang sampai detik ini masih ada di front jihad dengan menuntut ilmu, menghafal al-Quran, dan lain-lain amalan “ahli jannah”. Bahkan ada diantara mereka yang telah membuktikan dirinya dengan amalan-amalan para Nabi, shiddiqin, syuhada dan shalihin.
Kami ingatkan anda akan Allah wahai ustadz kami yang dirahmati… Takutlah antum kepada Allah akan menjadi sumber fitnah perpecahan diantara para ikhwan muwahhid mujahid. Jika antum belum mengetahuinya, maka kami sampaikan kepada antum, bahwasanya sebagian ikhwan yang selama ini taklid buta kepada antum tidak segan-segan untuk memusuhi dan berpecah belah dengan saudaranya seiman dan seperjuangan karena mereka terpengaruh dengan stempel-stempel yang antum berikan terhadap orang-orang yang berbeda pendapat dengan antum. Ingatlah, jernihkanlah fikiran dan amalan sebening embun pagi. Karena, dari telaga yang jernih tidak akan pernah mengalir air yang keruh.
Ghazali/Mediaikhwan.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *