Supaya Negara Aman dan Makmur

Al-Baqarah 2-126 

“Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian” (Al-Baqarah {2}: 126)

Doa ini dibaca oleh Nabi Ibrahim ‘alaihis salam sewaktu beliau bersama anaknya Nabi Ismail ‘alaihis salam membersihkan Baitullah (Ka’bah) untuk orang-orang yang melakukan thawaf, i’tikaf dan haji.

Doa tersebut adalah untuk orang-orang yang beriman, agar negeri mereka dikaruniakan kemakmuran dan stabilitas politik yang kondusif, penghasilan dalam negeri yang mencapai tahap swasembada pangan, dan keadilan yang merata yang dinikmati oleh semua suku dan kaum.

Doa ini hendaklah dibaca oleh orang-orang ‘alim di setiap negeri untuk mendapatkan keberkahannya, agar negeri aman dan makmur, dipenuhi oleh rakyat yang beriman dan bertaqwa. Apabila semua rakyat beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka Allah akan menurunkan keberkahan (rezki) dari langit berupa curah hujan dan sinar matahari yang mencu-kupi. Juga diturunkan rezki dari bumi berupa tanah yang subur, hasil panen yang berlimpah ruah, dan tumpahan rezki dari laut yang bergizi dan menyehatkan.

Doa Nabi Ibrahim ‘alaihis salam ini diucapkan di dekat Ka’bah, yaitu tempat yang paling diberkahi oleh Allah Ta’ala dengan diturunkannya banyak para Nabi dan Rasul di negeri itu berikut kesuburan tanahnya dan keamanannya. Sehingga orang-orang dapat berjalan dengan aman pada siang dan malam hari tanpa terpaksa berhenti di padang pasir dan tanpa mendapat kesulitan.

Intisari doa ini mengajarkan  bahwa kita sangat tergantung kepada ihsan dan belas kasihan Allah yang menciptakan, menghidupkan, mematikan, memelihara, memberi rezki dan lain-lain. Tanpa ihsan dan belas kasihan Allah, mungkin bumi ini sudah lama dimusnahkan karena perutnya sudah sarat dengan berbagai kemaksiatan dan kekafiran. Sebagaimana umat-umat terdahulu diluluh-lantakkan oleh Allah sebaik saja mereka mendeklarasikan kekufurannya.

Manalah mungkin doa orang-orang yang kufur dan menjadi tabi’in kepada kekafiran, dikabulkan oleh Allah. Ya, sekalipun berhimpun jutaan orang dengan doa panjang yang dikumandangkan, Allah tidak akan membuka pintu-pintu langit dan doa tersebut akan dikembalikan ke bumi disebabkan kemaksiatan dan kezaliman yang mereka lakukan.

Maknanya, doa untuk keamanan dan kemakmuran suatu negeri, hanyalah diterima oleh Allah apabila penduduk negeri bersangkutan beriman dan bertaqwa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *