“Tinggalkan Jalan Jihad Yang Salah, Berdakwahlah dan Jangan Membunuh”

Pandangan Bernas Dr. Najih Ibrahim:

“Tinggalkan Jalan Jihad Yang Salah, Berdakwahlah dan Jangan Membunuh”

Dr. Najih Ibrahim

Ada yang menarik dalam acara ‘Damai Indonesiaku’ di TVRI rabu (18/12/2013), yang menghadirkan Prof. Dr. Nasarudin Umar, Dr. Najih Ibrahim dan Syaikh Ali Hasan Al Halabi.

Dr. Najih Ibrahim, mantan tokoh Jamaah Islamiyah (JI) di Mesir, menyerukan kesadaran perlunya jalan dakwah dan mengajak para aktivis jihadis untuk meninggalkan jalan Jihad yang salah lalu beralih kepada jalan dakwah.

Menurutnya, kegiatan kunjungan ke LP bukan hal yang baru. Dia memposisikan dirinya sebagai “ayah” seraya memaparkan dua ide yang tidak boleh dilakukan umat Islam, yakni (i) pengkafiran umat Islam dan (ii) melakukan tindakan kekerasan dengan peledakan.

Dr. Najib Ibrahim menyatakan bahwasanya aktivis jihad itu sebenarnya pemuda-pemuda yang baik dan ia sebenarnya ingin berbakti kepada Islam namun mereka tidak mengetahui cara yang benar. Mereka mencintai Islam tapi cintanya itu justru berakibat negatif bagi Islam. Mereka mencintai Jihad namun aksi-aksi mereka membuat citra negatif bagi Jihad itu sendiri. Mereka ingin berbakti pada Islam tetapi membahayakan.

Menurut Dr. Najih lagi, membangun jangan meruntuhkan, berdakwahlah dan dan jangan membunuh. Ajaklah mereka mencintai Islam dan kalau membunuh akan membaut orang lain membenci Islam.

Dr. Najih Ibrahim menambahkan, “Kami sudah berdiskusi dengan mereka dengan sangat dekat dan kami sudah memahami banyak kalangan yang belum memahami ini dengan baik dan ada diantara mereka yang tidak memahami Islam dengan baik. Mereka ada dua golongan, ada satu golongan yang miliki pemahaman yang baik, ada yang menengah dan ada juga yang menolak untuk berdioalog tapi jumlahnya sedikit. Yang penting kita teruskan dan menuntut ilmu serta meneruskan pemikiran yang mengontrol orang agar tidak melakukan peledakan. Ini adalah program yang berkesinambungan dan bukan hanya untuk satu dua pekan.”

Penting, menurut Dr. Najib, warga Indonesia sebenarnya tidak ada yang menerima aksi kekerasan dan wataknya tidak ada yang menerima aksi kekerasan. Yang penting bagi warga Indonesia di sediakan lapangan pekerjaan dan diberikan pemahaman yang benar tentang jihad.

(Ghazali/Mediaikhwan.com)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *