Wasiat Nabi Muhammad saw: “Umat Islam Tidak Boleh Mencari Musuh”

Dari Abdullah bin Abu ‘Aufa, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

1

“Wahai manusia, janganlah kalian mengharapkan berjumpa musuh, mintalah kepada Allah keselamatan. Tetapi jika bertemu mereka, bersabarlah dan ketahuilah bahwa surga di bawah naungan pedang.” Kemudian Beliau berdoa: “Ya Allah, yang menurunkan Al Kitab, yang menggerakkan awan, yang mengalahkan musuh yang berkomplot, kalahkanlah mereka dan tolonglah kami atas mereka.”
Hadits ini SHAHIH, dikeluarkan oleh: Imam Al Bukhari dalam Shahihnya, Kitab Al Jihad was Siyar Bab Al Jannah Tahta Baariqati As Suyuuf No. 2818
Hadits ini tidaklah bermakna hakiki dan zahir, bahwa surga ada di bawah naungan dan bayangan pedang. Kita buka sarung pedang lalu kita cari surga di bawah bayangannya. Bukan begitu. Ini adalah majazi, bahwa surga itu diperoleh salah satunya dengan jalan jihad fi sabilillah, dan pedang merupakan sarana jihad pada masa itu. Oleh karenanya, hadits-hadits ini diletakkan oleh para imam hadits dalam pembahasan jihad dan keutamaannya. Dan, jihad mengorbankan jiwa, harta, dan raga, hanyalah salah satu cara untuk meraih surgaNya.
Artinya, tidaklah selayaknya seorang muslim berpikiran sempit bahwa Islam adalah agama yang menjanjikan surga hanya dengan satu jalan, yakni pedang dan kekerasan. Apalagi setelah diketahui nasihat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, bahwa kita dilarang mencari musuh, tetapi jika berjumpa dengan mereka, bersabarlah dan berdoalah kepada Allah Ta’ala agar diberikan kemenangan.
Dari Mu’awiyah bin Jahimah As Salami, katanya:

 2

“Bahwasanya Jahimah mendatangi Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam lalu dia berkata: “Wahai Rasulullah, saya hendak ikut berperang, saya datang untuk bermusyawarah denganmu.” Beliau bersabda: “Apakah kamu masih punya ibu?” Beliau menjawab: “Ya.” Beliau bersabda: “Tinggal-lah bersamanya, sesungguhnya surga di bawah kedua kakinya.”
Hadits ini dikeluarkan oleh: Imam An Nasa’i dalam Sunannya,  Imam Ibnu Majah dalam Sunannya, Imam Al Hakim dalam Al Mustadrak, Imam Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, Imam Abu Nu’aim dalam Ma’rifatush Shahabah.
Hikmah dari kedua wasiat Nabi Muhammad dalam hadits di atas adalah:
1. Umat Islam dilarang mengharapkan berjumpa musuh apalagi mencari musuh dan berbuat anarkis, malahan dianjurkan mencari kesalamatan, keamanan dan kedamaian karena Islam itu bermakna aman dan damai.
2.Kalaupun seandainya umat Islam diperangi dan dengan demikian kewajiban jihad menjadi fardhu ‘ain, maka kewajiban utama adalah berbuat baik kepada orangtua, melayani dan menyantuni mereka, sampai-sampai Nabi melarang berperang bagi yang mempunyai ibu yang sudah tua, dengan mengatakan “Tinggal-lah bersamanya, sesungguhnya surga di bawah kedua kakinya.”
(Ghazali/Mediaikhwan.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *