Wasiat Seorang Bocah Sebelum Maut

Sungguh mengharukan, seorang bocah Suriah berwasiat singkat sebelum ajal. Bocah tersebut terluka parah akibat terkena serangan bom tentara Basyar Asad. Darah terus mengalir dari luka di bagian dada kirinya. Seorang dokter ’emergency’ berusaha menjahit luka tersebut, saat si bocah terbaring lemas.

Dalam kondisi seperti ini, anak ini justeru masih sempat ‘berwasiat’:

Bismillah walhamdulillah, wa laa Ilaha Ilallaah wahdahu la syariika lahu yuhyii wa yumiit, wa huwa ‘ala kulli syai’in Qadiir. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

3

“Sesungguhnya shalat itu kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisaa’: 103)

Kemudian anak ini mengerang kesakitan..terdiam..dan mengucapkan Ya Allah…Ya Allah.., sampai ia menghembuskan nafas terakhir. Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji’un

MUTIARA PELAJARAN DARI WASIAT ANAK SURIA:

Anak mulia ini mewasiatkan kepada kita agar senantiasa menjaga shalat fardhu, karena ini adalah kewajiban atas setiap muslim dan muslimah. Menjaga shalat, juga adalah wasiat terakhir Rasulullah sebelum beliau alaihis shalatu was salam wafat

Sungguh, anak ini adalah anak yang shaleh, hasil didikan orang tua yang shaleh. Bagaimana tidak, saat kondisi sangat kritis, sakaratul maut menjelang, ia tetap bisa berzikir, membaca ayat, dan berkata “Yaa Allah…Ya Allah”

Apakah kita bisa menjamin bisa ‘husnul khatimah’ seperti anak ini? Rezim Basyar Asad dan bala tentaranya tidak mengenal belas kasih, tidak manusiawi, dan tidak pandang bulu, semua mereka hancurkan, semuanya mereka bunuh.

Saudaraku…
Marilah bersama kita jaga shalat lima waktu
Marilah kita perbanyak dzikir dan membaca Al-Qur’an.

(Ghazali/Mediaikhwan.com)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *